System dan Standard Tidak Selamanya Menjamin Hasil Yang Sama

Sebelum saya menyampaikan cerita saya lebih lanjut, perlu kasih disclaimer di sini. Saya tidak sedang menyerang atau menjelek-jelekan merk atau brand tertentu ya di sini.

Beberapa minggu lalu saya membeli minuman botol ini yang merupakan salah satu favorite saya. Tidak terlalu manis, dan rasanya cocok. Cuma ada satu kesalahan saya di sini, saya tidak beli sendiri, tapi saya titip salah satu rekan di kantor. Hari itu memang lagi promo di toko di bawah, makanya saya titip beli dan saya lagi mengejar deadline submission dokumen.

Sampai di meja saya, sebenarnya saya ingin sampaikan sesuatu ke rekan saya. Tapi namanya nitip ya, ga ngasih komisi juga, ga bayar fee juga, ya saya diam aj. Yang saya ingin sampaikan adalah...

kenapa kamu ambilnya yang beda ya?

Kalau njenengan lihat foto di atas, tahu ya maksud saya. Tapi setidaknya bisa jadi konten di komunitas satu jiwa ini he he he.

System Tidak Bisa 100% Menjamin

Sebagus apapun yang kita buat, sebuah system tidak bisa menjamin 100% pasti pas. Selalu ada batasannya, bukan sebuah galat atau error, tapi sebuah nilai toleransi.

Toleransi yang dihasilkan karena sebuah mesinpun tidak bisa menjamin 100% pasti sama. Tahukan kamu sebuah mesin pompa bensin, memiliki toleransi 5%? Artinya ketika kamu mengisi 10L, itu kemungkinan akan berada di 9.5L sampai dengan 10L, tidak mungkin pas 10L. Tahu kah kamu ketika kamu melihat sebuah kaca jendela, permukaanya itu tidak lurus persis tapi bergelombang dengan maju mundur sekitar 3mm.

Mungkin ada yang beranggapan, ya elah bang sekarang mah era nya digital, semua bisa terukur. Digitalisasi sebenarnya hanya membantu mengecilkan nilai toleransi, menjadi jauh lebih kecil daripada analog. Tapi tetap saja memiliki nilai toleransi.

Bicara tentang analog, identik dengan aktifitas manual. Istilah manual itu dilakukan oleh tangan, bukan manual yang buku pedoman dan instruksi ya. Artinya dijalankan atau dilakukan oleh manusia langsung ya. Manusia memiliki nilai toleransi paling tinggi, artinya loe ama gue meskipun diomongin dan diajarin hal yang sama, prakteknya pasti beda.

Jadi kalau ada motivator yang bilang

Kalau saya bisa, anda juga pasti bisa

Senyumin saja, kasih teh botol biar dia minum juga. Kita tidak bicara latar belakang beda, situasi beda, dan lainnya, tapi memang proses yang sama, sistem yang sama, standard yang sama, hasilnya tetap saja pasti ada perbedaan terutama yang diperuntukan oleh dan dari manusia.

Soal teh botol? Sudah biasa kasus tersebut, tidak hanya di merk itu sendiri. Monggo silahkan buktikan sendiri, datengin mini market dan lihat tinggi air di setiap botol.

Ok segitu aja curahan isi hati saya, sampai jumpa di episode berikutnya.


Terima kasih telah membaca tulisan saya yang apa adanya ini. Saya lebih banyak meluangkan waktu saya bermain gim di Hive Blockhain, dan berbagi cerita tentang gim dan permainan tersebut melalui tulisan-tulisan saya di sini. Jangan sungkan bertanya langsung ke saya bilamana ada yang mau ditanyakan dan mohon maaf kalau tulisan saya di sini ada yang menyinggung perasaan anda.



0
0
0.000
7 comments
avatar

Zomg Teh Botol, I love it!
!PIZZA
!LOLZ
!ALIVE

0
0
0.000
avatar

oh is there teh botol in SG too?

!BBH !ALIVE !PIMP

0
0
0.000
avatar

Hi.

I wasn't aware of this detail, but it explains the difference in the amount of drink in each bottle. I've never really thought about these things, because I know nothing is perfect and there's always a margin of error.😀

Nice post, my friend.

0
0
0.000